Selasa, 17 Oktober 2017

"Unspoken Talent Night" Ajang Disabilitas Bermain Teater

id Unspoken, talent, night, disabilitas
Salah satu grup teater yang tampil di Festival Teater Inklusi Unspoken Talent Night" (UTN) yang ke-6 Tahun 2017, yang digelar di Gedung Kesenian Rumantang Siang Kota Bandung. (Iqbal Jaya Chasbi)
Antarajabar.com - "Unspoken Talent Night" (UTN) yang ke-6 Tahun 2017, yang digelar di Gedung Kesenian Rumantang Siang Kota Bandung, menjadi ajang bagi penyandang disabilitas untuk berkreasi di dunia teater.

"UTN ialah ajang tahunan yang digelar untuk menunjukan bentuk apresiasi dan pagelaran seni dari penyandang disabilitas yang menginspirasi dan memotivasi," kata Penggagas Unspoken Talent Night Deananda Ivana, di Bandung, Jabar, Minggu.

Selain itu, kata dia, pelaksanaan UTN ini juga bentuk dukungan dan sosialiasi UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang kebebasan berekspresi secara seni dan budaya bagi penyadang disabilitas.

"Kita berharap setiap pageleran dapat menginspirasi kita semua melalui teman-teman kita yang memiliki keterbatas fisik" kata Deananda.

Sebanyak sembilan grup dari empat kota mengikuti ajang UTN yang ke-6 yang digelar pada tanggal 3-5 Agustus 2017.

"Sembilan grup itu ada dari Bandung, Sumedang, Bekasi, dan Yogjakarta. Jadi setiap grup itu ada teman-teman kita penyandang disabilitas yang bermain teater," tuturnya.

Kesembilan grup tadi, kata dia, bermain peran atau lakon dalam Festival Teater Inklusi UTN yang mengambil tema "Pahlawan Lingkungan Hidup".

"Jadi di sana mereka menampilkan beragam kemampuan di bidang seni dan budaya penyandang disabilitas," kata dia.

"Untuk penyelenggaran tahun ini UTN pertama kalinya mengadakan festival teater kalau tahun sebelumnya kita menampilkan bakat-bakat seperti menyanyi, tari, bermain angklung," lanjut Deananda.

Sementara itu, salah satu peserta UTN dari Bekasi, yakni Choky Suhendra mengaku sangat bangga dan senang bisa terlibat dalam ajang tersebut.

Ia mengatakan dengan festival teater inklusi tersebut menunjukan tidak ada bedanya orang yang normal dan disabilitas semua bisa asalkan diberi kesempatan.

Editor: Ajat Sudrajat

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga