Selasa, 17 Oktober 2017

Petugas Temukan Jasad Nelayan di Perairan Garut

id Petugas ,Temukan Jasad Nelayan, di Perairan Garut
Antarajabar.com - Petugas gabungan dari unsur Badan SAR Nasional, kepolisian, TNI dan sukarelawan berhasil menemukan jasad seorang nelayan di perairan laut Cibalong, Jumat, yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Sayang Heulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (6/8).
       
Koordinator Humas dan Protokoler Kantor Basarnas Bandung, Joshua Banjarnahor mengatakan, korban bernama Didang Sudaryana (45) warga Kampung Jampang, Desa Jatimulya, Kecamatan Pameungpeuk.
        
"Satu nelayan terseret ombak di Pantai Sayang Heulang, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut telah diketemukan oleh Tim SAR gabungan di sembilan mil dari Pantai Nagara Cibalong Garut dalam keadaan meninggal dunia," kata Joshua.
        
Ia menyampaikan, pencarian korban yang telah dilakukan selama enam hari itu telah membuahkan hasil hingga akhirnya pencarian korban kecelakaan laut secara resmi ditutup.
        
Korban, lanjut dia, dibawa oleh petugas ke Puskesmas Cibalong untuk dilakukan pemeriksan fisik dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
        
"Korban dievakuasi menggunakan Kapal C3 ke Puskesmas Cibalong, dengan demikian operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup," kata Joshua.
        
Kepala Satuan Polisi Air Polres Garut, AKP Tri Andri, menambahkan, jajarannya ikut melakukan pencarian korban di titik hilang, kemudian menyusuri pantai dan tengah lautan.
        
Proses pencarian, kata dia, sempat terhambat dengan kondisi cuaca di lautan yang kurang mendukung untuk mencari korban.
        
"Kita sendiri melakukan operasi pencarian di darat dan laut, untuk di laut radius pencarian kita lakukan hingga lima mil," katanya.
        
Tri menyampaikan, korban Didang terseret ombak ketika sedang beraktivitas di laut bersama sejumlah rekannya.
        
Menurut Tri, kondisi gelombang laut di Garut selatan sulit diprediksi waktu tenang maupun saat gelombangnya tinggi, sehingga nelayan maupun wisatawan sebaiknya berhati-hati saat berada di pantai.
        
"Pantai selatan Garut memang tidak bisa diprediksi kapan akan tenang dan ombaknya besar," katanya.
    

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga