Jumat, 20 Oktober 2017

Pesta Rakyat Sesungguhnya di "Bacip" Hingga Braga

id pesta rakyat, hut kota bandung
Pesta Rakyat Sesungguhnya di
Suasana pesta rakyat HUT Kota Bandung, Sabtu (23/9/17) malam. (Asep Firmansyah)
Antarajabar.com - Suara kokok ayam kini terlalu "siang" untuk sekadar menjadi alarm alam bagi masyarakat Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat yang sejak pukul 04.00 WIB sudah sibuk mempersiapkan diri untuk mengikuti Festival Bacip Culinary.

Antusiasme warga, seperti di Babakan Ciparay (Bacip) kawasan Bypass Soekarno Hatta seakan memuncak merayakan Hari Ulang Tahun ke-207 Kota Bandung. Wajar saja karena sejak beberapa tahun terakhir, jarang sekali diselenggarakan kegiatan besar panggung rakyat. Warga sendirilah yang menjadi panitia acara serta dihadiri pejabat daerah.

Jalan Caringin yang biasa menjadi jalur distribusi barang-barang ke Pasar Caringin ditutup sejak di perempatan Jalan Caringin-Kh. Wahid Hasyim atau lebih dikenal sebagai Jalan Kopo. Jalan yang terbentang sepanjang sekitar 300 meter itu menjadi panggung warga untuk merayakan HUT Kota Bandung.

Euis,  warga Bacip, telah memburu berbagai perlengkapan untuk pembuatan tumpeng di Pasar Caringin yang letaknya hanya tinggal menyeberangi jalan. Euis bersama ibu-ibu PKK RW.02 Kelurahan Kopo rencananya ikut serta dalam perlombaan rias tumpeng yang dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto.

"Saya mah aneh sekaligus bangga akhirnya ada acara di Babakan Ciparay, gede lagi (acaranya)," kata dia saat berbincang.

Saat menyusuri lokasi kegiatan, puluhan tenda kuliner dan fashion telah memenuhi hampir setengah ruas jalan. Sementara panggungnya, berada tepat di persimpangan Jalan Caringin-Babakan Ciparay.



Pesta Rakyat

Enam kilometer dari Babakan Ciparay ke arah utara atau pusat kota, juga tengah diselenggarakan dua acara yang masih dalam suasana perayaan HUT Kota Bandung.

Di Jalan Asia-Afrika, panitia yang memakai seragam HUT Bandung tengah sibuk menata panggung untuk mempersiapkan acara Bandung Oto Trade Market (Botram) yang akan diselenggarakan pada malam hari. Sementara mobil hias telah terparkir di sepanjang ruas jalan tersebut hingga "Braga pendek" membuat arus tersendat.

Tak Jauh dari sana, masyarakat yang didominasi anak muda, telah memenuhi Jalan "Braga panjang". Mereka berswafoto menunggu dimulainya Bandung Fashion Weekend 2017. Acara ini akan menampilkan Fashion Show produk-produk terbaru dari toko pakaian serta diikuti berbagai perancang busana kenamaan.

"Ini dikuti perancang Malik Mustara, dari Toko Shafira, dan toko-toko fashion lainnya. Itu promosi produk terbaru," ujar Kadisbudpar Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari.

Dalam perayaan HUT Bandung kali ini, Kenny mewakili pemkot setempat ingin menjadikan perayaan ini sebagai pesta rakyat yang sesungguhnya tanpa ada sekat-sekat untuk menikmati beragam acara. Suasana kekeluargaan dan kepemilikan bersama menjadi tujuan Pemkot dalam HUT kali ini.

"Kami ingin menyuguhkan pesta rakyat yang sesungguhnya," katanya.

Terik matahari yang membakar kulit seakan tidak dipedulikan warga. Ditemani jajanan lokal dengan harga terjangkau, serta gedung-gedung penuh sejarah membuat suasana di Jalan Braga begitu romantis. Apalagi acara berlangsung pada Sabtu malam, yang membuat kemeriahan sangat terasa.

Acara tidak akan berakhir dalam sehari, keesokan harinya Minggu (24/9) juga dimulai pembukaan Festival Seni Bandung yang diselenggarakan dalam sebulan penuh hingga tanggal 25 Oktober 2017 di Jalan Dalem Kaum.

Direktur Eksekutif Seni Bandung, Iman Soleh, mengatakan, rangkaian kegiatan ini akan diikuti oleh 156 kelompok kesenian, sastrawan, tari, teater, dan lukis, 2.475 pelaku seni, 688 kegiatan seni di 48 lokasi pergelaran.

Para pelaku seni tidak akan tampil dalam satu panggung mewah, bahkan beberapa di antara mereka akan menyajikan seni di perempatan jalan, gang-gang sempit, serta di warung kopi sisi jalan. Menurutnya hal ini untuk mengembalikan eksistensi seni dan budaya kepada masyarakat itu sendiri. Seni dan budaya yang lahir di masyarakat harus bisa dinikmati kembali, bahkan syukur-syukur masyarakat dapat menjadi pelakunya.

"Dalam Seni Bandung setiap seniman akan menghadirkan karyanya dengan caranya masing-masing dan hal ini akan menjadi menarik," katanya.

Untuk lebih menarik perhatian khususnya wisatawan, panitia yang didukung Pemkot Bandung bekerja sama dengan pihak hotel dan restoran memberikan diskon bagi para pengunjung yang datang. Mereka hanya tinggal memperlihatkan ID Seni Bandung yang dapat diunduh di laman senibandung.id.

Para wisatawan juga dapat memperoleh diskon tambahan di mall-mall yang tengah menyelenggarakan Bandung Great Sale 2017.



Kemacetan dan Puisi

Hajatan besar yang diselenggarakan Disparbud Kota Bandung ini, diharapkan menjadi ikon wisata besar dunia layaknya Darwin Festival, Frankfrut Festival, serta festival negara lainnya yang dapat menyedot perhatian masyarakat dunia.

Namun untuk menuju hal itu, Kenny menyadari banyak tantangan yang harus dipersiapkan dan memerlukan waktu yang cukup lama. Salah satu hal yang harus dibenahi Pemkot yakni solusi mengatasi kemacetan.

Tiga acara yang tengah berlangsung membuat ruas-ruas di Kota Bandung dilanda kemacetan parah terutama di jalan protokol. Tidak adanya area parkir yang memadai, membuat warga memarkirkan kendaraannya disembarang tempat. Selain itu, ruas jalan yang kecil ditambah antusiasme warga Jakarta datang ke Bandung begitu besar, membuat kemacetan semakin parah.

Salah satu jurus agar warga tidak bosan saat terjebak kemacetan, Disparbud bersama kelompok sastrawan dan Dinas Perhubungan, memutar pembacaan puisi di delapan ruas jalan protokol.

Lantunan puisi karya sastrawan Kota Bandung, diputar melalui pengeras suara yang biasanya digunakan untuk mengingatkan pengendara yang melanggar lalu lintas. Petugas dari Dishub yang dibantu relawan, memutar pembacaan puisi yang dikontrol di ruang ATCS Dishub. Bahkan nampak warga kebingungan mencari asal suara.

Kepala Dishub Kota Bandung Didi Ruswandi menyebut ada lima ruas jalan yang akan diputar puisi seperti di Jalan Trunojoyo-Martadinata, Aceh-Martadinata, Aceh-Cihapit, Cihapit Martadinata, Lombok-Martadinata, dan Jalan Banda-Martadinata.

Pemutaran puisi memiliki jadwal berbeda-beda dengan durasi satu jam, mulai pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Menurutnya, pemutaran puisi ini termasuk dalam salah satu agenda HUT Bandung yang akan diputar selama satu bulan hingga Oktober.

"Semoga pengendara tidak bosan saat menunggu di perempatan," kata dia.

Dengan rangkaian HUT Bandung, Pemkot berharap mampu menyedot perhatian baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara hingga mencapai satu juta orang. Selain itu, okupansi hotel yang kini tengah melemah dapat kembali menggeliat. Hal itu semata-mata untuk meningkatkan indeks perekonomian warga.

Editor: Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga