Jumat, 20 Oktober 2017

Nama Deddy Mizwar Nihil di Poros Baru

id Deddy Mizwar, Poros Baru
Nama Deddy Mizwar Nihil di Poros Baru
akil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) mengkampanyekan profesi Pekerjaan Sosial ini di area Car Free Day (CFD), Jl. Ir. H. Juanda, Dago, Kota Bandung, Minggu (19/3). (Dokumentasi Humas Provinsi Jabar)
Antarajabar.com - Koalisi Poros Baru (Partai Gerindra, PPP, Partai Demokrat dan PAN), Rabu, merilis nama-nama kandidat gubernur Jawa Barat di Pilgub Jawa Barat 2018 dari masing-masing partai tersebut namun tidak muncul nama Deddy Mizwar.

Padahal, DPP Partai Gerindra dan PKS sempat memunculkan nama Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut muncul kandidat Cagub Jawa Barat dipasangkan dengan Ahmad Syaikhu.

Selain itu nama Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil juga tidak muncul di antara nama-nama yang diusulkan oleh koalisi tersebut.

"Kami (Koalisi Poros Baru) mengusulkan nama-nama untuk diukur oleh lembaga survei yang kredibel. Kami sepakat tidak mau terjebak mengunci nama kandidat. Tidak harus terpaksa mendukung yang diusung PKS (Deddy Mizwar). Dari Poros Baru tidak ada nama itu," kata Kantor DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi, di Bandung.

Keputusan untuk memunculkan nama-nama kandidat Cagub Jabar 2018 disepakati usai sejumlah Ketua DPD yang tergabung dalam Poros Baru melakukan pertemuan di Kantor DPD Partai Gerindra Jawa Barat, di Kota Bandung.

Mulyadi menegaskan pihaknya tidak ingin terjebak dalam calon yang diusung oleh partai di luar Koalisi Poros Baru, dalam hal ini PKS.

Ia mengatakan walau demikian, pengusulan nama-nama ini masih cair dan dapat berubah, sesuai dengan dinamika politik yang terjadi.

Akan tetapi Poros Baru memilih mendedikasikan terlebih dulu terhadap nama-nama yang diusulkan keempat partai tersebut.

"Nanti ditentukan parameter kandidat yang direkomendasikan seperti apa, ada program Poros Baru Mendengar Dalam hal ini Gerindra, Demokrat, PAN, dan PPP, mengundang berbagai unsur di Jabar untuk memberikan masukan-masukan," kata dia.

"Tapi bukan hanya tentang kandidat, tapi bagaimana selanjutnya Jabar dibangun," katanya.

Editor: Ajat Sudrajat

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga